Kekuatan "Itadakimasu" — Bagaimana Dua Kata Bisa Mengubah Sebuah Hidangan
Yang akan kamu pelajari di artikel ini:
- Apa yang dikatakan 306 orang Jepang tentang mengucapkan "itadakimasu," melewatkannya, dan gestur mengatupkan tangan
- Kenapa orang Jepang sendiri tidak selalu mengucapkannya — dan kenapa itu justru bikin kamu lebih tenang
- Makna indah di balik kata ini, dan kenapa orang Jepang tersentuh saat pengunjung menggunakannya
Kamu sedang duduk di kedai ramen di Tokyo. Semangkuk ramen datang, mengepul dan sempurna. Kamu pernah dengar harus bilang sesuatu sebelum makan — tapi tidak yakin cara mengucapkannya, apakah ada yang akan memperhatikan, atau apakah kamu akan terlihat konyol.
Kabar baiknya: kamu benar-benar tidak bisa salah soal ini. Ucapkan, tidak ucapkan, bisikkan, cukup katupkan tangan — semuanya oke. Dan bagian terbaiknya? Kebanyakan orang Jepang sendiri melakukan versi "itadakimasu" yang pelan dan tidak sempurna setiap hari. Kamu sudah lebih dekat dari yang kamu kira.
Kami mengumpulkan 306 pendapat nyata dari orang Jepang tentang empat topik — apa yang mereka pikirkan saat pengunjung bilang "itadakimasu," saat kamu tidak bilang, bagaimana orang Jepang sendiri mempraktikkannya, dan gestur mengatupkan tangan — untuk mencari tahu apa yang benar-benar penting dan apa yang bisa kamu santai.
Haruskah mengucapkan "itadakimasu" sebelum makan di Jepang? Kami bertanya ke 306 orang Jepang. 68% bilang mendengar turis mengucapkannya membuat mereka benar-benar senang — kata "terharu" dan "menghangatkan hati" muncul berulang kali. Tapi ini bagian mengejutkannya: hanya 35% orang Jepang yang mengucapkannya keras-keras setiap makan, dan 29% hanya mengucapkannya dalam hati. "Itadakimasu" bukan ujian. Ini momen syukur, dan orang Jepang menghargai perasaannya jauh lebih dari pengucapannya.
Panduan Cepat
| Situasi | Apa Kata Orang Jepang | |
|---|---|---|
| 🟢 Santai | Kamu bilang "itadakimasu" sebelum makan | Ini benar-benar membuat orang Jepang senang. 68% tanggapan positif — kata-kata seperti "terharu," "menghangatkan hati," dan "suka banget" muncul berulang-ulang. |
| 🟢 Santai | Kamu tidak bilang apa-apa dan langsung makan | Kebanyakan orang Jepang benar-benar tidak masalah. Mereka paham itu perbedaan budaya — dan banyak yang mengaku mereka sendiri juga tidak selalu mengucapkannya. |
| 🟡 Baik untuk diketahui | Orang Jepang sendiri | Hanya sekitar 35% yang mengucapkannya dengan suara keras setiap kali makan. Banyak yang bilang pelan-pelan, dalam hati, atau melewatkannya saat makan sendirian. Kenyataannya jauh lebih santai dari idealnya. |
| 🟡 Baik untuk diketahui | Gestur mengatupkan tangan | Terlihat manis saat pengunjung melakukannya, tapi orang Jepang benar-benar terbagi soal ini — sangat bervariasi tergantung daerah dan generasi. |
Satu hal yang perlu diingat: "Itadakimasu" bukan ujian. Ini adalah momen rasa syukur — dan orang Jepang menghargai perasaan di baliknya jauh lebih dari pengucapannya. Mau coba, silakan. Kalau lupa, tidak ada yang menghitung.
Bagaimana Kami Mengumpulkan Suara-Suara Ini
Kami mengumpulkan 306 tanggapan berbahasa Jepang tentang empat topik "itadakimasu": orang asing mengucapkan "itadakimasu" (85 tanggapan), praktik orang Jepang sendiri (86 tanggapan), tidak mengatakan apa-apa sebelum makan (60 tanggapan), dan gestur mengatupkan tangan (75 tanggapan). Sumbernya meliputi situs tanya jawab, forum, dan unggahan media sosial Jepang yang bersifat publik, serta artikel dari PRESIDENT Online, Sirabee, dan media Jepang lainnya.
Catatan: Ini bukan survei ilmiah terkontrol — ini adalah kumpulan dari apa yang benar-benar dikatakan orang Jepang dengan kata-kata mereka sendiri, dalam bahasa mereka sendiri, di platform publik. Kebanyakan panduan berbahasa Inggris hanya bilang "ucapkan itadakimasu." Kami ingin menunjukkan apa yang orang Jepang benar-benar pikirkan — termasuk hal-hal mengejutkan yang mereka akui tentang kebiasaan mereka sendiri.
🟢 Saat Kamu Bilang "Itadakimasu"
Jawaban jujurnya: orang Jepang senang banget.
Dari 85 tanggapan tentang orang asing mengucapkan "itadakimasu," mayoritas hangat dan positif. Kata yang terus muncul? Ureshii — senang, bahagia.
感謝するのに、国は関係ないですし、誰かの許可が必要ではない Soal rasa syukur, kebangsaan tidak penting — dan kamu tidak perlu izin siapa pun.
命や作り手への感謝は万国共通 Rasa syukur kepada nyawa yang diambil dan orang-orang yang menyiapkan makanan — itu universal.
言わないけど言ってる人みても偉いなあって思うだけだよ Saya sendiri jarang bilang, tapi kalau lihat orang yang bilang, saya cuma mikir — hebat ya.
Komentar terakhir menangkap sesuatu yang penting: bahkan orang Jepang yang tidak selalu bilang "itadakimasu" pun merasa hangat saat melihat orang lain — termasuk pengunjung — berusaha.
Seorang pekerja restoran berbagi:
店員側は言われて嫌な気持ちになる人なんていないと思う、むしろ気持ち良い。「ありがとうございます」が言えるなら、ラーメン店に限らず絶対言った方が良いと思う Tidak ada pekerja restoran yang merasa tidak enak mendengarnya — malah rasanya menyenangkan. Kalau kamu bisa bilang "arigatou gozaimasu," sebaiknya bilang saja, bukan cuma di kedai ramen tapi di mana pun. (Dan kalau kamu penasaran apa yang terjadi kalau kamu menunjukkan rasa terima kasih dengan tip -- jawabannya mungkin mengejutkan.)
Dan satu cerita yang menangkap kemanisannya dengan sempurna:
常連の外人さん(日本語ちょぴっと)が連れの外人さん(ノー日本語)に「アリガトウゴザイマス」の発音を「アリガトウ、ゴッズアイマゥス」と教えていて、なんか胸がきゅんとした。 Seorang pelanggan tetap asing (bisa bahasa Jepang sedikit) sedang mengajari temannya (nol bahasa Jepang) cara mengucapkan "arigatou gozaimasu" sebagai "arigatou, gods-eye-mouse" — hati saya langsung meleleh.
Pengucapanmu tidak perlu sempurna. Usahanya sendiri yang membuat orang tersentuh.
💡 Kesimpulannya
Kamu tidak perlu berbahasa Jepang sempurna. Tidak perlu memahami sejarah lengkap kata ini. Kalau kamu bilang "itadakimasu" — bahkan pelan, bahkan tidak sempurna — kebanyakan orang Jepang akan merasakan kehangatan kecil yang tulus. Dan itulah intinya.
🟢 Kalau Kamu Tidak Bilang?
Ini kejutannya: kebanyakan orang Jepang benar-benar tidak keberatan.
Dari 60 tanggapan tentang orang yang tidak mengatakan apa-apa sebelum makan, reaksinya jauh lebih santai dari yang kamu kira.
何故日本人はくしゃみをした人に対してbless youと言わないのですか? それと同じ質問です。異文化だからです。 Kenapa orang Jepang tidak bilang "bless you" saat seseorang bersin? Pertanyaan yang sama. Karena beda budaya.
Perbandingan ini muncul berkali-kali — dan dengan sempurna menggambarkan bagaimana banyak orang Jepang memikirkan hal ini. Mereka paham bahwa "itadakimasu" adalah kebiasaan khas Jepang, dan mereka tidak mengharapkan pengunjung tahu secara otomatis.
「いただきます」「ごちそうさま」などの言葉は、他人に強制して言わせるようなものじゃない Kata-kata seperti "itadakimasu" dan "gochisousama" bukan sesuatu yang kamu paksa orang lain ucapkan.
別に挨拶は在っても無くてもいい。料理の食べ方で感謝の気持ちは伝わる。 Mau ada salam atau tidak, tidak masalah. Rasa syukurmu terlihat dari cara kamu makan.
Beberapa orang Jepang menunjukkan sesuatu yang mungkin mengejutkanmu: mereka sendiri juga tidak selalu mengucapkannya.
正直ファミレスとかで食べてるといただきますって言ってる人そこまでいない気がする Jujur, kalau makan di restoran keluarga, rasanya tidak banyak orang yang benar-benar bilang "itadakimasu."
職場では、昼食の時言ってる人はいないよ。私も言わないし。医療現場です。 Di tempat kerja, tidak ada yang bilang saat makan siang. Saya juga tidak. Saya bekerja di bidang medis.
Intinya: kalau kamu tidak bilang "itadakimasu," tidak ada yang tersinggung. Ini bukan aturan — ini kebiasaan. Dan banyak orang Jepang juga menerapkannya secara selektif dalam kehidupan mereka sendiri.
🟡 Kenyataan tentang Orang Jepang dan "Itadakimasu"
Ini adalah bagian yang kebanyakan panduan wisata lewatkan — dan mungkin jadi bagian paling menarik di artikel ini.
Ada kesenjangan antara idealnya "itadakimasu" dan kenyataan bagaimana orang Jepang benar-benar mempraktikkannya. Memahami kesenjangan ini mengubah "itadakimasu" dari sumber tekanan menjadi momen koneksi.
Inilah yang sebenarnya ditunjukkan data:
Survei Gurunavi (1.200 orang) menemukan hanya 35% orang Jepang yang mengucapkan "itadakimasu" dengan suara keras setiap kali makan. Pria 28%, wanita 41%. Saat makan sendirian, angkanya turun ke 25%. Saat makan bersama keluarga di rumah, naik ke lebih dari 60%.
Survei Yahoo! Japan (2.000 orang) menemukan 56,1% bilang "melakukannya," 30,3% "kadang-kadang," dan 13,7% "tidak." Di antara yang melakukan, 29,4% mengucapkannya tanpa suara — hanya dalam pikiran. Di antara yang tidak mengucapkannya sama sekali, alasan utama adalah "tidak merasa perlu" (54,6%), diikuti "malu" (21,2%).
Coba pikirkan sejenak: hampir seperempat orang Jepang yang tidak bilang "itadakimasu" mengaku alasannya karena malu.
Suara-suara dari riset kami melukiskan gambaran jelas tentang kesenjangan ini:
お昼休みにファミレスに行ったのですが食べる前に「いただきます」と言ったら隣のサラリーマン風の人にガン見されて恥ずかしい思いをしました!やっぱり心の中で唱えるのが普通なのでしょうか? Saya ke restoran keluarga waktu istirahat siang dan bilang "itadakimasu" sebelum makan — pegawai kantoran di sebelah menatap saya, malu banget! Apa bilang dalam hati itu yang normal ya?
でもそんなにみんな本当に1人外食の時言ってる?聞こえてこないけど Tapi apa semua orang benar-benar bilang saat makan di luar sendirian? Saya tidak pernah dengar.
外食してるときいただきますって言ったら近くにいた女子高生らしき2人組に「今時やるやついるんだ〜きっもっ」て言われたからやらないようにしてる Saya bilang "itadakimasu" di restoran, dua anak SMA cewek di dekat saya bilang "Masih ada yang kayak gitu ya? Jorok." Jadi saya berhenti melakukannya.
実はうちの会社の昼休みにいただきます言ってるひとが一人もいない現実 Kenyataannya, saat istirahat makan siang di kantor saya, tidak satu orang pun bilang "itadakimasu."
えっみんなそんな真面目に毎日毎回言ってるの? Lho — semua orang benar-benar serius bilang setiap kali makan setiap hari? Masa sih?
Dan inilah bagian yang benar-benar menarik — kesenjangan antara apa yang orang bilang di online dan apa yang benar-benar terjadi di restoran:
絶対言うって言ってる人 綺麗事にしか聞こえない Orang yang bilang "pasti selalu bilang" — jujur, kedengarannya cuma pencitraan.
Banyak orang Jepang mengamati kontradiksi ini: di online, kelompok "selalu bilang" suaranya keras dan dominan. Di restoran dan kantor yang sesungguhnya, keheningannya berbicara sendiri.
Tapi ceritanya punya sisi lain. Banyak orang Jepang membawa "itadakimasu" jauh di dalam memori otot mereka:
言う。なんかもう習慣になってて、言わずには食べられない。 Saya bilang. Sudah jadi kebiasaan — tidak bisa makan tanpa mengucapkannya.
どこでも誰と居ても1人でもイタダキマス、ゴチソウサマデシタ、は言うよ。刷り込まれてる Di mana pun, dengan siapa pun, sendirian pun — saya bilang "itadakimasu" dan "gochisousama." Sudah terprogram.
声に出さず「口の形がそう動いている」程度につぶやいている。自分の気持ちとしての行動 Saya tidak mengucapkannya keras-keras — bibir saya hanya bergerak membentuk kata-katanya. Itu sesuatu yang saya lakukan untuk diri sendiri.
Kutipan terakhir itu luar biasa. Bagi banyak orang Jepang, "itadakimasu" ada di ruang yang tenang, hampir tak terlihat — ritual pribadi yang tidak butuh penonton. Bukan pertunjukan. Itu perasaan.
💡 Apa artinya ini untukmu
Orang Jepang sendiri mempraktikkan "itadakimasu" dalam spektrum — dari keras dan bangga sampai diam dan tak terlihat. Tidak ada satu cara "benar." Kalau kamu bilang pelan-pelan, kalau kamu cuma mengatupkan tangan sejenak, kalau kamu cukup berhenti dan merasa bersyukur sebelum makan — kamu sedang melakukan persis apa yang dilakukan jutaan orang Jepang setiap hari.
🟡 Soal Mengatupkan Tangan
Ini yang mungkin mengejutkanmu: orang Jepang benar-benar terbagi soal apakah kamu harus mengatupkan tangan.
Saat pengunjung membayangkan "itadakimasu," mereka sering membayangkan paket lengkap — tangan dikatupkan, sedikit membungkuk, lalu makan. Tapi kenyataannya di Jepang jauh lebih beragam dari gambaran itu.
Dari 75 tanggapan tentang gestur mengatupkan tangan:
Perbedaan geografisnya mencolok. Orang dari Jepang barat (Kansai dan lebih ke selatan) sering tumbuh dengan mengatupkan tangan sebagai bagian yang sangat alami dari waktu makan. Orang dari Jepang timur (Tokyo, Tohoku, Hokkaido) sering melaporkan tidak pernah diajarkan — dan sebagian merasa aneh.
長野県から関西に転校した際、給食時に手を合わせる習慣に驚いた。 Saat pindah sekolah dari Nagano ke Kansai, saya kaget semua orang mengatupkan tangan sebelum makan siang sekolah.
手を合わせるというのは最近の現象だという印象を持っています。現在50歳代で東京です。テレビでそのシーンをよく見ます。ただし実際にやっている人は見たことがありません。 Kesan saya mengatupkan tangan itu fenomena baru. Saya umur 50-an, di Tokyo. Saya sering lihat di TV. Tapi belum pernah lihat orang benar-benar melakukannya di kehidupan nyata.
地域によって差がある。東北は手を合わせないほうが多い。西日本はそうやるのが普通。 Beda tergantung daerah. Di Tohoku, kebanyakan orang tidak mengatupkan tangan. Di Jepang barat, itu standar.
Ini detail yang bahkan banyak orang Jepang tidak tahu: dalam masakan Jepang formal (washoku), gestur tradisional sebelum makan adalah membungkuk diam — bukan mengatupkan tangan. Mengatupkan tangan sebenarnya adalah praktik pengaruh Buddha yang menyebar lewat pendidikan sekolah dan drama TV, bukan tradisi kuno.
「いただきます」は正式な和食の作法ではありません。戦後一部仏教界の啓蒙運動により一般大衆に広まった世俗習慣に過ぎません。逆に日本国本来の伝統的作法を理解している方たちは、「いただきます」の言葉に特別な意味を見出さず粛々と武家の作法(無言で一礼)を守っています。 "Itadakimasu" bukan tata krama makan formal tradisional Jepang. Ini hanyalah kebiasaan sekuler yang menyebar melalui kampanye edukasi kalangan Buddha setelah perang. Sebaliknya, mereka yang memahami tata krama tradisional asli Jepang mempraktikkan etiket samurai berupa membungkuk diam — tanpa melekatkan makna khusus pada kata "itadakimasu."
Tapi intinya: saat pengunjung mengatupkan tangan, kebanyakan orang Jepang merasa itu manis.
たぶんその人主のこと「え、可愛い」って思ったよ Orang itu mungkin mikir "eh, lucu" tentang kamu.
何のてらいもなくそのような行動ができることに好感を抱く。 Saya merasa simpati pada orang yang bisa melakukan itu secara alami dan tanpa dibuat-buat.
礼儀正しい家庭で育ったんだな、とポジティブに見る。 Saya melihatnya positif — seperti, orang ini dibesarkan di keluarga yang sopan.
💬 What do you think?
Japanese readers: How do you feel about this?Visitors: Have you experienced this in Japan?
Share your voice →Satu tips praktis: Kalau kamu mengatupkan tangan, pastikan letakkan sumpit dulu. Mengatupkan tangan sambil memegang sumpit di antara jari (hasami-bashi) dianggap tabu sumpit di Jepang. Letakkan sumpit, katupkan tangan, lalu ambil lagi.
Mesin Budaya: Kenapa "Itadakimasu" Ada
Jadi apa sebenarnya arti "itadakimasu"? Jawabannya lebih menarik dari "bon appetit."
Kata Itu Sendiri
"Itadakimasu" (いただきます) berasal dari kata kerja itadaku — menerima dengan rendah hati, dari posisi yang lebih rendah. Kanji 頂 merujuk pada bagian paling atas dari sesuatu — puncak gunung, kepala. Satu etimologi menelusurinya ke gestur mengangkat makanan di atas kepala untuk menghormati dewa-dewa gunung dan sawah sebelum makan.
「いただく」は山の頂に宿る稲作の神様への感謝に由来する。食材の命をいただくことへの感謝を表現している。 "Itadaku" berasal dari rasa syukur kepada dewa pertanian padi yang bersemayam di puncak gunung. Ini mengekspresikan penghargaan atas menerima nyawa bahan makanan. — Hisao Nagayama, sejarawan budaya makanan, PRESIDENT Online
Seiring waktu, maknanya meluas dari rasa syukur ilahi mencakup seluruh rantai tangan yang membawa makanan ke mejamu — nyawa yang diberikan, petani yang menanam, nelayan yang menangkap, juru masak yang menyiapkan. Di pasar seperti Pasar Nishiki di Kyoto, tempat para pedagang menawarkanmu cicipan dan kamu sendiri membawa pulang bahan-bahannya, seluruh rantai tangan itu menjadi sesuatu yang bisa kamu lihat dan syukuri langsung di tempat.
命をいただくこと、それを育てる農業、畜産、漁業、加工工場、調理して提供してくれる全ての人達に感謝 Bersyukur atas menerima sebuah nyawa, dan kepada semua orang yang terlibat dalam memeliharanya — pertanian, peternakan, perikanan, pengolahan, memasak, dan menyajikan.
Tidak Setua yang Kamu Kira
Ini sesuatu yang mengejutkan bahkan orang Jepang: "itadakimasu" sebagai kebiasaan pra-makan yang universal itu relatif baru. Ini menyebar luas melalui pendidikan sekolah di awal hingga pertengahan abad ke-20, terutama melalui makan siang sekolah (kyuushoku).
「いただきます」が昭和に入ってから普及した言葉だなんて信じられない Tidak percaya "itadakimasu" baru menyebar setelah era Showa dimulai.
学校給食で言わせたから広まったのかな Apa menyebarnya karena mereka menyuruh murid mengucapkannya saat makan siang sekolah ya?
Sebelum itu, praktik tradisional dalam hidangan formal Jepang adalah membungkuk diam — tanpa kata, tanpa mengatupkan tangan. "Itadakimasu" yang kita kenal sekarang dibentuk oleh kombinasi praktik Buddha, pendidikan sekolah, dan — yang lebih baru — drama TV.
昭和で始まり平成を超え令和に入ったし伝統でよいのでは… Dimulai di Showa, melewati Heisei, sekarang sudah Reiwa — saya rasa itu sudah cukup untuk disebut tradisi.
Koneksi dengan Doa Sebelum Makan
Beberapa orang Jepang membuat perbandingan yang mungkin terasa akrab:
敬虔なキリスト教徒なら食事の前に神様にお礼をしますが、それが日本の「いただきます」が持っている本来の意味に通ずると思います Umat Kristen yang taat bersyukur kepada Tuhan sebelum makan — dan itu terhubung dengan makna asli "itadakimasu" di Jepang.
イスラムやユダヤ教も「恵み深き神の御名において」という意味の言葉を発する。いただきますは仏教的で、食事の前に決まったアクションをする人は多い Islam dan Yahudi juga punya kata yang berarti "atas nama Tuhan yang maha pengasih." Itadakimasu bernuansa Buddha. Banyak budaya punya tindakan tetap sebelum makan.
Fungsinya sama: jeda singkat sebelum makan untuk mengakui bahwa makanan ini tidak muncul begitu saja. Bentuknya berbeda antar budaya, tapi dorongannya universal.
Yang membuat "itadakimasu" istimewa adalah objek rasa syukurnya: alih-alih berterima kasih kepada Tuhan, ia berterima kasih kepada makanan itu sendiri — nyawa hewan dan tumbuhan yang menjadi hidanganmu.
「いただきます」に該当する外国語はない。食材に感謝するのは日本特有の概念。 Tidak ada padanan persis "itadakimasu" dalam bahasa asing mana pun. Berterima kasih kepada bahan makanan itu sendiri adalah konsep unik Jepang. — Hisao Nagayama, sejarawan budaya makanan, PRESIDENT Online
💡 Perbedaannya dalam satu kalimat
Doa sebelum makan berterima kasih kepada Tuhan. "Itadakimasu" berterima kasih kepada makanan itu sendiri — nyawa-nyawa yang berakhir agar hidupmu bisa berlanjut. Dorongannya universal. Objek rasa syukurnya unik Jepang.
Apa yang Orang Jepang Sebenarnya Ingin Kamu Tahu
Setelah membaca semua 306 tanggapan, tema paling umum bukan "kamu harus bilang" — tapi sesuatu yang jauh lebih lembut. Inilah yang muncul berulang-ulang:
Ini bukan soal sempurna — ini soal perasaan.
国々や宗教等により違いはあれど、食前にそのような挨拶はある。心の中で言うだけでも問題ない。 Meski berbeda antar negara dan agama, ada salam sebelum makan dalam bentuk tertentu. Bahkan bilang dalam hati saja sudah cukup.
強制でないことが良い Hal terbaik dari ini adalah tidak ada paksaan.
Mereka tahu praktik mereka sendiri tidak sempurna — dan mereka baik-baik saja.
正直、習慣とか口癖というレベルなので、こだわりはなく、言ったり言わなかったり。 Jujur, ini di level kebiasaan — tidak terlalu dipikirin, kadang bilang kadang enggak.
いただきますに、命に感謝とかそこまでの意味は感じてなかった。習慣や挨拶のようなお行儀的なものだと思ってた。 Saya tidak pernah merasakan makna mendalam "bersyukur atas nyawa" dalam itadakimasu. Saya selalu pikir itu cuma soal sopan santun, seperti salam.
Mereka melihat pengunjung berusaha, dan itu membuat mereka senang.
海外在住だけど毎回言ってるので、外国人の同僚も真似して皆言うようになった笑。色んな外国人いるけど、いただきますの意味を伝えると皆、あらステキ!と真似してくれます。 Saya tinggal di luar negeri tapi selalu bilang, jadi rekan kerja asing mulai meniru dan sekarang semua bilang haha. Saat menjelaskan arti "itadakimasu" ke orang dari berbagai negara, semuanya bilang "Indah sekali!" dan ikut melakukannya.
Dan seorang orang tua menawarkan kata-kata yang mungkin paling menenangkan:
ラーメン屋にて...親「違うのよ、本当に笑われるのは食べ物のありがたさを知らない人の方よ」 Di kedai ramen... seorang orang tua bilang ke anaknya: "Bukan begitu, yang benar-benar memalukan itu orang yang tidak tahu bersyukur atas makanannya."
Lebih Banyak Perspektif Orang Jepang
Penasaran tentang aspek lain kehidupan sehari-hari di Jepang? Artikel-artikel ini mengeksplorasi apa yang benar-benar dipikirkan orang Jepang — berdasarkan ratusan suara nyata.
- Kenapa Kereta Jepang Sunyi — 177 orang Jepang berbagi aturan tak tertulis etiket kereta — dan kenapa mereka tahu kesunyian mereka adalah pengecualian global, bukan norma.
- Tidak Ada Tempat Sampah, Tidak Masalah — 232 orang Jepang berbagi perasaan sebenarnya tentang budaya "bawa sampahmu sendiri" — termasuk kenapa banyak dari mereka sendiri malu soal ini.
Bagikan Pengalamanmu
Pernah coba bilang "itadakimasu" di restoran di Jepang? Dapat reaksi — senyuman, anggukan, atau momen hangat? Kami ingin sekali mendengarnya. Ceritamu membantu membangun jembatan antar budaya.
Bagikan pengalamanmu di Voice Box →
Sources
Primary Research Data
- WMJS itadakimasu research data (306 Japanese-language responses collected April 2026)
- Foreigners saying "itadakimasu": 85 responses
- Japanese people's own practice: 86 responses
- Not saying anything before eating: 60 responses
- The hand-press gesture: 75 responses
Statistical Data
- Gurunavi (2014): 35% of Japanese people say "itadakimasu" out loud at every meal. Men 28%, women 41%. When eating alone, 25%. When eating with family, 60%+. (n=1,200)
- Yahoo! JAPAN / Otonansā (2021): 56.1% "do it," 30.3% "sometimes," 13.7% "don't." Among those who do, 70.4% say it aloud, 29.4% say it in their heads. (n=2,000)
- Sirabee (2016): Approximately 70% of households have the habit; roughly 30% do not. (n=1,352)
Opinion Collection Sources
The following sources were used to collect Japanese people's opinions and sentiments. These are not cited as factual authorities but as platforms where real Japanese people expressed their views on "itadakimasu."
Foreigners saying "itadakimasu":
- Public Japanese Q&A sites, forums, and social posts — first-hand opinions on foreigners saying "itadakimasu"
- https://www.inshokuten.com/foodist/article/7771/
- https://fundo.jp/133140
- https://sow.blog.jp/archives/1005854969.html
- https://president.jp/articles/-/28686?page=1
- https://x.com/ArturGalata/status/2029937197739098298
Japanese people's own practice:
- Public Japanese Q&A sites, forums, and social posts — first-hand opinions on Japanese people's own practice
- https://sirabee.com/2024/12/28/20163377403/
Not saying anything before eating:
- Public Japanese Q&A sites, forums, and social posts — first-hand opinions on not saying anything before eating
- https://milltalk.jp/boards/99339
- https://ginnga.blog.jp/culture/foreign-language-itadakimasu.html
- https://gakumado.mynavi.jp/gmd/articles/24346
- https://www.f-ship.jp/column/foreigners-japan-manners
- https://10mtv.jp/pc/column/article.php?column_article_id=3711
- https://cookingforeigners.org/column/gaikokujinmuke-ryourikyoushitsu-koushi
- https://president.jp/articles/-/28686?page=1
The hand-press gesture:
- Public Japanese Q&A sites, forums, and social posts — first-hand opinions on the hand-press gesture
- https://maidonanews.jp/article/15550266
- https://sirabee.com/2024/12/28/20163377403/
- https://ameblo.jp/let-us-eigo/entry-12865792226.html
- https://higan.net/column/2013/11/gassyo/
- https://mainichigahakken.net/hobby/article/post-75711643.php
- https://tripeditor.com/449486
- https://www.otera-no-jikan.com/article/10755
Note on Quotations
Quotes from online platforms have been lightly edited for readability (fixing typos, formatting for clarity). The meaning and intent of each comment remain unchanged. Original sources are linked above.
How well do you know Japan?
Based on 19,217+ real Japanese voices
Ingin tahu lebih banyak? Tanyakan kepada orang Jepang
この記事についてもっと聞きたいことがありますか?日本人に聞いてみます。
Voice Box →